Creativity in Me

Inovasi yang paling kreatif? Hmm.. apa ya? Internet? Televisi?

Nope! Bagi saya kreatif adalah ……

imagination-word-cloud1

Yep, imagination. Imajinasi adalah hal yang menurut saya paling kreatif di hidup saya. Bagi saya imajinasi memang merupakan sesuatu yang abstrak dan nggak bisa diukur. Namun imajinasi adalah hal yang terpenting, imajinasi merupakan sumber dari segala sumber pemikiran dan ide yang kita punya dan keluarkan. Imajinasi sangat berperan penting dalam proses pembentukan ide kreatif dan flexibilitas dalam berpikir. Menurut saya, semakin imajinatif kita, semakin kreatif ide yang dikeluarkan

Nggak percaya? Lihat saja anak kecil sebagai contohnya. Anak kecil adalah individu yang belum terkontaminasi akan realita dari kehidupan. Mereka masih pribadi yang bebas, memiliki pemikiran yang luas, dan imajinasi yang tak terbatas. Tak heran, mereka terkadang bisa membuat kita melongo heran akan tingkah laku dan pemikiran mereka yang di luar pemikiran dewasa kita. Contohnya saja seperti sepupu kecil saya. Setiap saya berkunjung ke rumah om saya, dia akan menyambut saya dengan riang, mengajak saya duduk dan mendengarkan segala cerita dan dongeng yang ia buat sendiri dengan figur boneka-boneka yang ia punya. Begitu banyak cerita yang ia paparkan kepada saya, membuat saya heran dan melongo. Ya, anak kecil sangatlah mudah untuk membuat dan merangkai cerita khayalan, karena imajinasi mereka yang tak terbatas. Kedewasaan dan realitas kehidupan mungkin bisa membuat imajinasi terhambat, namun hal ini menurut saya tak selalu terjadi.

Posted @ QUOTEZ.CO

Seperti quote di atas, reality leaves a lot to the imagination. Terkadang imajinasi terbentuk karena adanya realitas. Mengapa begitu? Bukankah realitas kehidupan membuat pemikiran kita jauh dari imajinasi dan membatasinya? Menurut John Lennon -dan juga saya setelah membaca quote ini- realitas tidak selamanya menghambat imajinasi. Imajinasi bisa saja terbentuk karena adanya kebiasaan atau pengalaman hidup yang telah dialami. Sebagai contohnya, ketika seseorang mengalami kejadian yang buruk atau tidak diinginkan, mereka akan langsung berpikir dengan kata “seandainya”. Seandainya saya ini, seandainya saya itu, maka saya akan ini dan itu. Imajinasi ini pasti sering kita temui di dalam pikiran kita. Yah, walaupun imajinasi jenis ini yang notabene dikategorikan sebagai imajinasi rejection from reality dan agak menyimpang dengan imajinasi kreatif, namun setidaknya kedewasaan tak melepas imajinasi dari diri kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s