SCAMPER Analysis for SBM-ITB

SCAMPER adalah suatu teknik yang dapat digunakan untuk memicu kreativitas dan membantu para guru dalam mengatasi setiap tantangan yang mungkin dihadapi dalam setiap melaksanakan pembelajaran siswa. SCAMPER didasarkan pada pemikiran bahwa segala sesuatu yang baru merupakan modifikasi dari sesuatu yang sudah ada. SCAMPER  merupakan akronim dari setiap huruf menggambarkan cara yang berbeda dari yang sudah ada untuk memicu dan menghasilkan ide-ide baru dalam pembelajaran, baik yang berhubungan dengan tempat, prosedur, alat, orang, ide, atau bahkan suasana psikologis:

S = Subtitute (Mengganti)

Subtitute  adalah berusaha memikirkan dan melakukan penggantian  bagian dari masalah yang berkaitan dengan proses maupun hasil pembelajaran, dengan sesuatu yang berbeda dari sebelumnya.

C = Combine (Menkombinasikan)

Combine adalah berusaha memikirkan dan melakukan penggabungan dua atau lebih bagian tertentu dari masalah yang berkaitan dengan proses maupun hasil pembelajaran untuk menciptakan proses atau hasil yang berbeda.

A = Adapt (Mengdaptasi)

Adapt adalah berusaha memikirkan dan melakukan adaptasi ide yang sudah ada untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan proses maupun hasil pembelajaran

M = Magnify (Memperbesar)

Magnify adalah berusaha memikirkan dan melakukan untuk pembesaran atau perluasan ide yang dapat memberikan nilai tambah atau memberikan wawasan baru tentang komponen-komponen pembelajaran apa yang paling penting.

P = Put to Other Uses (Meletakkan ke Fungsi Lain)

Put to Other Uses menempatkan ide saat ini ke dalam bentuk lain  sehingga dapat memecahkan masalah  proses maupun hasil pembelajaran  yang dihadapi.

E = Eliminate (Menghilangkan atau Mengecilkan)

Eliminate adalah berusaha memikirkan dan melakukan penyederhanaan, pengurangan atau penghilangan komponen-komponen tertentu sehingga dapat lebih fokus pada bagian atau fungsi yang paling penting.

R = Rearrange/Reverse (Mengatur ulang)

Rearrange/Reverse berusaha memikirkan dan melakukan upaya penyusunan atau penataan ulang yang berbeda dari komponen atau prosesur yang sudah ada  sehingga dapat memberikan nilai tambah dibandingkan dengan sebelumnya.

(Sumber : http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2012/08/28/scamper-untuk-pembelajaran-kreatif-dan-inovatif/)

KMSBM ITB (logo)Dalam kesempatan ini, saya mencoba untuk membuat model SCAMPER dari SBM-ITB, berikut analisisnya :

Subtitute 

Pengajaran yang selalu dilakukan di kelas maupun auditorium di gedung SBM, dirasa membosankan dan terlalu monoton. Selain itu selalu berada di sekitar gedung SBM membuat para mahasiswa SBM kurang mengenal ITB secara general. Untuk itu, perlunya perpindahan kelas yg berada bukan di gedung SBM sebagai tempat pembelajaran menjadi suatu hal yang penting dan patut dicoba untuk direalisasikan untuk menvariasikan suasana pembelajaran

Combine

Untuk membuat proses pembelajaran lebih menarik, sebaiknya tiap mata kuliah setiap bulannya mengundang guest lecture yang berpengalaman di bidang mata kuliah tersebut untuk memberikan materi. Hal ini bertujuan agar proses pembelajaran tidak hanya terfokus pada teori saja, tetapi mahasiswa dapat merasakan dan mengetahui bagaimana praktek dan penerapan dari teori tersebut. Selain itu, perlu adanya juga field trip ke perusahaan yang bersangkutan pada tiap mata kuliah, agar kita memiliki pengalaman yang lebih untuk mendalami proses pembelajaran tersebut.

Adapt

Hal lain yang dirasa masih menjadi permasalahan adalah fasilitas pembelajaran seperti perpustakaan yang dirasa masih konvensional dan kurang menarik minat mahasiswa. Melihat dari berbagai bookstore di Bandung, seperti Kineruku misalnya, bisa menjadi referensi bagi perpustakaan SBM untuk menarik minat mahasiswa. Kineruku menggabungkan mini kafe dengan book store dengan menyediakan menu makanan sekaligus tempat duduk yang nyaman untuk membaca atau mengerjakan tugas tanpa mengurangi nilai dari ke-buku-an. Mungkin SBM sendiri bisa mengadaptasikan konsep dari Kineruku ini dalam rangka membuat perpustakaan yang lebih nyaman dan menarik bagi mahasiswa.

Magnify

Rooftop dan tempat parkir SBM adalah salah satu contoh tempat yang kurang digunakan atau dimanfaatkan. Kedua tempat ini bisa di modifikasi sebagai tempat baru yang nyaman untuk pembelajaran bagi mahasiswa. Misalnya di rooftop dibuat tempat duduk payung sepeti di dekat Kresna namun dengan tambahan adanya book store layaknya di perpustakaan sehingga tempat ini bukan hanya menjadi tempat tongkrongan baru namun juga tempat mengerjakan tugas dan pembelajaran yang nyaman dan fresh

Put to Other Uses

Pembelajaran SBM yang serius bisa sesekali diganti dengan adanya wisata ke suatu tempat, selain untuk merefresh pikiran, hal ini juga berfungsi untuk saling mendekatkan antarmahasiswa juga antara mahasiswa dan tutor atau dosen. Sehingga, pembelajaran ke depannya bisa menjadi lebih akrab dan nyaman.

Eliminate

Adanya pembatasan absensi bisa dieliminasi jika mahasiswa dirasa telah bisa untuk melakukan pembelajaran di rumah.

Rearrange/Reverse

Sangatlah penting bagi suatu universitas untuk mengatur sistem penyebaran informasi. Adanya pengaturan ulang dan restrukturisasi alur dari penyebaran informasi akademik maupun non akademik sangatlah penting. Pembuatan website yang menarik dan sistematis bisa menjadikan segala pembelajaran menjadi efektif dan efisien

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s